Ilmuwan komputer asal Jerman telah menemukan solusi input pengganti
keyboard dan touchscreen di masa depan, yakni airwriting. Teknologi
airwriting ini memungkinkan pengguna smartphone atau komputer untuk
menulis teks di udara dengan memanfaatkan sensor tertentu.
Pengembangan teknologi inovatif airwriting yang digadang-gadangkan sebagai teknologi input pengganti touchscreen dan keyboard ini juga berhasil mendapatkan hibah dari Google senilai USD $1000.
“Teknologi informasi digunakan kapan saja dan dimana saja, namun ponsel pintar masih bekerja atas dasar keyboard virtual dan layar kecil. Namun, gerakan memungkinkan untuk jenis baru masukan. Khususnya untuk perangkat mobile atau perangkat terintegrasi dalam pakaian.”
“Sarung tangan airwriting digunakan untuk menulis teks di udara, seolah-olah menggunakan papan tak terlihat atau pad. Semua gerakan yang tidak mirip dengan tulisan, seperti memasak, mencuci, diabaikan. Sistem ini berjalan di latar belakang tanpa menafsirkan setiap gerakan sebagai input komputer,” kata mahasiswa doktoral Cristoph Amma.
Sensor dan giroskop yang tertanam pada sarung tangan yang digunakan untuk airwriting merekam gerakan tangan dan mengirimkan apa yang mereka tangkap ke sistem komputer melalui koneksi nirkabel.
Selama menulis, sistem menerjemahkan huruf menggunakan pengenalan pola. Untuk setiap huruf alfabet, model statistik dari pola sinyal karakteristik disimpan. Sistem ini dapat belajar gaya tulisan tangan individu, dan saat ini memiliki 8000 kosakata.
Seperti yang dilansir dari TG Daily (22/02/2013), saat ini tingkat kesalahan penulisan pada teknologi airwriting ini cukup minim, dari 11 persen kemudian turun menjadi 3 persen.
Jika kelak teknologi ini menggantikan touchscreen dan keyboard, maka akan terjadi perubahan besar dalam input di smartphone dan komputer serta akan banyak orang terlihat sedang ‘melukis’ di udara.




0 komentar:
Posting Komentar